Perbedaan Mendasar antara Minyak Kelapa (Coconut Oil) dan Minyak Lainnya
AlnusaSuperfoods - Sebelum membahas minyak kelapa murni (VCO) apalagi ciri-ciri VCO terbaik,
apa saja manfaat minyak kelapa murni, dan bagaimana harga minyak kelapa murni saat
ini, dimana saja tempat Anda bisa beli minyak kelapa kwalitas tinggi, ada
baiknya Anda simak uraian perbedaan Minyak Kelapa secara umum dengan
minyak-minyak konsumsi lainnya (dalam hal ini sebagai minyak goreng/ minyak
masak).
Ini sangat penting karena Anda harus mengubah paradigma terkait pola makan demi kesehatan tubuh dan kelancaran aktifitas sehari-hari.
Ini sangat penting karena Anda harus mengubah paradigma terkait pola makan demi kesehatan tubuh dan kelancaran aktifitas sehari-hari.
Kestabilan minyak goreng dipengaruhi oleh ketidak-jenuhan asam lemak terkandung dan jumlah ikatan rangkapnya. Keberadaan zat lain yang tercampur juga mempengaruhi
keawetan minyak tersebut. umumnya bahan baku minyak goreng diperoleh dari kelapa, wijen, jagung, kedelai, biji bunga matahari, buah zaitun, dan biji kapas. Secara keseluruhan
semua minyak goreng mengandung berbagai jenis asam lemak.
Minyak goreng yang umum dijumpai di pasaran mengandung asam lemak jenis rantai panjang. Ini berbeda dengan minyak kelapa yang mengandung asam lemak jenis rantai sedang (>90%), adapun kandungan asam lemak rantai panjangnya
< 8% saja.
Minyak dari biji bunga matahari, biji bunga matahari, kedelai dan kacang-kacangan
mengandung asam lemak tak jenuh cukup tinggi sehingga jika ada kontak dengan udara pada kondisi suhu tinggi akan sangat cepat teroksidasi, akibatnya mudah sekali berbau tengik.
Disamping itu jika dipanaskan akan mengalami reaksi penggumpalan sehingga
berubah menjadi lebih kental dan terbentuklah
asam lemak trans. Bila dipakai dalam jangka waktu panjang dapat memicu penyakit tekanan darah tinggi/ hipertensi, kanker, kolesterol,
gangguan pembuluh dan peredaran darah, diabetes, stroke dan jantung
koroner.
Asam lemak jenuh jenis rantai panjang pada minyak sayur dalam sistem metabolisme tubuh berisiko memicu berbagai penyakit degeneratif karena tidak bisa langsung diserap oleh tubuh. Asam lemak jenis ini akan ter- emulsi yang selanjutnya butuh bantuan enzim dari pankreas dan hormon insulin untuk diuraikan menjadi zat
yang lebih kecil/simpel yaitu asam lemak bebas barulah dapat diserap
langsung oleh dinding usus halus kita. Lalu masuk aliran darah berbentuk lipoprotein yang kemudian diangkut ke hati/liver untuk diubah menjadi bentuk energi, sedangkan kolesterol dan sisanya ditimbun di jaringan lemak bandel. Penimbunan terus menerus dapat menyebabkan obesitas/kegemukan sehingga
sangat beresiko terkena darah tinggi/hipertensi, penyempitan saluran/pembuluh darah,
serangan jantung, stroke, diabetes, lever dan lain-lain. Sebelumnya juga disebutkan untuk mengurai/mencerna diperlukan enzim pankreas
termasuk insulin, lalu bagaimanakah dengan penderita diabetes yang pankreasnya
lemah dan produksi insulin sangat berkurang, tentu akan memperparah keadaan
bukan?.
Sangat berbeda dengan asam lemak jenuh jenis rantai
sedang dalam minyak kelapa terutama adalah disebut asam laurat, sekitar
>50%. Di dalam tubuh asam laurat diubah menajadi monolaurin yang sekaligus sebagai antiobiotik alami sehingga mampu membunuh
berbagai jenis kuman, virus, mikroorganisme dengan cara merusak membran yang
membungkus sel yang memang juga tersusun dari asam lemak. Uniknya lagi kandungan asam laurut dalam minyak kelapa setara dengan
kandungan asam laurat dalam air susu ibu (ASI). Asam lemak jenis rantai sedang juga sangat mudah diserap tubuh dan cepat
diubah menjadi energi sehingga tidak membebani organ panckeas. Jadi bisa
disimpulkan bahwa minyak kelapa memiliki gizi tinggi seperti ASI, mampu
meningkatkan kekebalan/ imunitas alami tubuh, dan dapat diposisikan sebagai
suplemen penghasil energi cepat, baik untuk vitalitas dan metabolisme Anda.
Untuk terapi hidup sehat, minyak kelapa dapat anda konsumsi secara
langsung maupun digunakan untuk menggoreng lama atau menumis makanan. Struktur kimianya berupa asam lemak jenuh yang tak
memiliki ikatan rangkap maka minyak kelapa relatif lebih tahan terhadap panas,
cahaya dan oksidasi sehingga memiliki daya simpan yang lebih lama, mampu dipakai menggoreng berkali-kali (baiknya max 5 kali). Lalu
bagaimanakah dengan minyak jenis rantai pendek seperti minyak zaitun?. Ini
bagus juga jika dikonsumsi secara langsung, tetapi untuk menggoreng minyak
jenis ini tidak tahan panas tinggi (stabilitas ikatan kimia mudah rusak dan
berubah menjadi zat pemicu kanker), apalagi jika dipakai untuk menggoreng
berulang-ulang.
Uraian diatas masih membahas
Minyak Kelapa biasa, belum Minyak Kelapa Murni/Dara/Perawan (VCO) apalagi VCO
terbaik berlabel ALNUSA (Alam Nusantara), tentu kami pun tidak sabar untuk
menyampaikan keunikan dan keajaiban yang lebih dalam lagi terkait hal ini (klik di sini untuk artikel selanjutnya).
