Yuk Simak Jenis Minyak Herbal Sehat untuk Memasak berikut ini
Tulisan ini kami posting dengan
tujuan memberikan panduan sebagai perbandingan Anda memilih/ menentukan minyak
masak/ minyak goreng sehat/ minyak herbal yang sesuai untuk masakan Anda.
Harapannya Anda akan lebih mudah membandingkan minyak goreng dan mempelajari
fakta-fakta penting tentang masing-masing darinya. Memastikan bahwa Anda akan
dapat menemukan minyak goreng terbaik untuk setiap resep masakan sehat
terlezat yang Anda buat, dalam artian mengoptimalkan rasa dan tetap
memperhatikan kesehatan pencernaan khususnya dan perawatan kesehatan tubuh
alami pada umumnya.
Minyak Herbal Kelapa ( Coconut Oil )
Kita pantas
bersyukur berkat adanya sifat fleksibilitas, rasa transenden dan melimpahnya
manfaat kesehatan, minyak kelapa telah menjadi “minyak yang wajib ada” bagi
para koki di seluruh dunia pada gerai kuliner sehat. Memasak dengan minyak herbal kelapa sangat baik karena memiliki titik asap yang tinggi, menanamkan sensasi rasa
gurih yang kaya menyajikan nuansa surga tropis ke dalam setiap hidangan. Minyak kelapa terbaik diekstrak dari daging kelapa tua yang dipanen dari pohon kelapa usia tua
pula. Penggunaannya dapat dilakukan dengan total minyak kelapa untuk
menggoreng/menumis atau dipadu dengan hampir semua minyak lainnya pada rasio 1:
1 yang umumnya digunakan dalam memanggang. Coba saja cari informasi resep sate
yang gurih dan lezat, pasti koki yang paham akan menggunakan minyak herbal
kelapa untuk mengoles satenya ketika dipanggang, bahkan ada yang menyiramkan
sedikit minyak kelapa ke dalam arang panggangan untuk memunculkan sensasi uap/ asap
yang gurih.
Minyak kelapa
termasuk lemak jenuh yang sangat sehat sebagai salah satu sumber alam terbaik berupa
trigliserida rantai menengah (MCT). Uniknya jenis lemak sehat ini dengan cepat
diserap oleh tubuh Anda untuk memberikan dorongan alami energi (tidak disimpan
sebagai lemak jahat dalam otot maupaun dalam darah/ lemak darah). Jadi yang takut konsumsi goreng-gorengan tidak usah khawatir, karena sekarang sudah banyak camilan sehat yang digoreng dengan minyak ini. Anda dapat
membeli minyak kelapa dalam dua bentuk: halus (refined) dan perawan (virgin). The best virgin coconut oil mempertahankan aroma dan rasa dari kelapa segar alami,
sementara minyak kelapa olahan memiliki rasa yang lebih hambar karena proses
penyulingan. Keduanya memiliki umur simpan yang berbeda pula. Lebih detilnya
Anda dapat membacanya pada artikel Minyak Kelapa Murni vs Minyak Kelapa Lainnya
2. Minyak Zaitun ( Olive Oil )
Minyak zaitun
termasuk juga minyak tradisional pokok dalam memasak di banyak dapur terutama
resotan kelas menengah atas. Ini umumnya digunakan untuk menumis dan sering
muncul sebagai bahan dalam salad dressing dan roti panggang. Rasa yang sering
digunakan dalam bergaya hidangan Mediterania. Italia, Spanyol dan Turki serta
USA adalah negara pengimpor terbesar minyak zaitun. Seperti banyak minyak
lainnya, itu tersedia dalam beberapa varietas termasuk perawan (vigin) dan
halus (refined). Untuk sekedar menumis dan menggoreng sebentar dengan cara
dioles minyak ini masih bagus, namun untuk penggunaan menggoreng dalam/
tenggelam ( deep frying ) kurang sehat karena ikatan lemaknya mudah rusak dan
pemakaian berulang akan merusak sel-sel tubuh.
Jika minyak herbal kelapa
dikenal dengan minyak dengan ikatan kimia alam lemaknya yang stabil dan mampu
dipakai berulang-ulang (hingga 3 – 5 kali) pakai dalam menggoreng tenggelam
sehingga dikenal sbagai minyak goreng terbaik “deep frying oil”, maka olive oil
hanya aman digunakan sekali untuk menu yang langsung dikonsumsi.
3. Minyak Biji Rami ( Flaxseed oil/ linseed oil )
Minyak biji rami dibuat dengan biji
rami yang dipress (tekanan tinggi), tanaman bunga biru yang tumbuh di padang
rumput di Kanada barat dan Amerika Utara. Minyak ini merupakan sumber alami
omega-3 dan omega 6 dalam asam lemak esensial , namun karena memiliki titik asap yang rendah (225 ° F) maka lebih
tepat untuk digunakan pada hidangan dingin seperti di dressing, dips,
smoothies, dll. Minyak herbal alami ini
mempunyai daya simpan yang pendek, dan bahkan meskipun disimpan dalam lemari
es, itu hanya mampu untuk beberapa minggu saja.
4. Minyak Alpukat ( Avocado Oil )
Mungkin
sebagian dari Anda baru mendengar bahwa buah Alpukat yang melimpah di negeri
kita (Indonesia), dapat diolah dan dimanfaatkan minyaknya untuk memasak. Minyak
alpukat dengan cepat mendapatkan popularitas karena titik asapnya yang tinggi
sehingga memiliki kemungkinan besar untuk menumis dan menggoreng aduk dalam/
tenggelam. Selain itu juga mampu dimanfaatkan seperti minyak zaitun ketika
digunakan dalam salad dan dengan sayuran dan dips. Untuk menjaga kualitas
minyak jenis ini sebaiknya disimpan jauh dari panas dan cahaya agar bertahan
sampai satu tahun. Memiliki kandungan vitamin-E yang cukup tinggi. Minyak
alpukat memiliki titik asap dari 491 ° F
5. Minyak Biji Labu ( Pumpkin Seed Oil )
Tidak kalah
unik lagi kan…,ternyata biji labu yang biasanya kita buang atau sebagai limbah
rumah tangga dapat diambil minyaknya yang cocok untuk masakan tertentu. Minyak
biji labu memiliki kekhasan dan keunikan dalam warna, karena berspektrum dari warna
merah ke emas hijau. Ini umumnya digunakan dalam salad dressing, terutama bila
dikombinasikan dengan minyak zaitun atau madu hmmm sangat lezat sepertinya.
Banyak orang juga menemukan rasa yang unik cocok untuk resep hidangan penutup.
Karena memiliki titik asap yang relative rendah dari 320 ° F maka pemanasan
langsung tidak dianjurkan. Minyak biji labu telah diproduksi dan digunakan
sejak abad ke-18, yang biasa digunakan dan popular di di Austria dan Slovenia.
Dari 11 jenis minyak masak sehat yang baik dan
terpopuler di dunia sudah kami ulas 5 jenis. Karena kesibukan/ keterbatasan
waktu, maka akan kami lanjutkan pada artikel bagian II yaa. Silakan baca lebih
lanjut di “Mengenal 11 Jenis Minyak Masak Sehat Terpopuler Bagian II”.




