Pada pembahasan sebelumnya “11 Jenis Minyak Masak Sehat Paling Populer di Dunia| Bagian I”, kami sudah mengulas 5
dari 11 jenis minyak masak sehat/ minyak goreng alami terpopuler yaitu Minyak
Kelapa (Coconut Oil), Minyak Zaitun (Olive Oil), Minyak Biji Rami (Linseed
Oil), Minyak Alpukat (Avocado Oil), dan Minyak Biji Labu ( Pumkin Seed Oil).
Sebelum kami lanjut ke jenis ke-6 sampai jenis ke-11, perlu disampaikan bahwa
blog ini memang konsentrasinya tetap pada produk Minyak Kelapa/ Minyak Herbal Kelapa
dan Minyak Kelapa Murni. Akan tetapi agar informasinya berimbang maka kami juga
mengulas jenis-jenis minyak masak sehat yang lain, sebagai jalan keluar bagi
pencari minyak sehat rendah kolesterol atau bahkan minyak non kolesterol.
Ini penting karena masyarakat dunia terutama di negara berkembang masih ketergantungan dengan minyak goreng sawit (minyak sayur), padahal minyak goreng jenis ini dalam pemakaian jangka panjang sangat merugikan kesehatan. Selanjutnya dalam artikel ini maupun artikel sebelumnya ditemukan kata “titik asap”, untuk definisi lengkap nya silakan klik saja kata tersebut.
Baik kami lanjutkan, inilah
jenis-jenis minyak masak sehat/ minyak goreng alami berikutnya;
1. Minyak Kacang Macadamia ( Macadamia Nut Oil )
Minyak kacang macadamia adalah minyak
non-volatile yang berasal dari kacang macadamia, kacang asli dari negara
Kanguru, Australia. Minyak masak alami ini penggunaannya dapat ditemukan di
resep seperti Swanson Grilled Chicken Miso dan Pineapple Curry Coleslaw serta
Luscious Dark Chocolate. Minyak Kacang Macadamia cocok untuk memasak di pemanasan
tinggi dan memiliki lemak jenuh yang sehat lebih baik daripada minyak zaitun.
Hal ini dapat disimpan di luar lemari pendingin/ dalam suhu kamar selama satu
sampai dua tahun. Titik asap dari Minyak Kacang Macadamia adalah 410 ° F
2. Minyak Kenari ( Walnut Oil )
Minyak kenari diekstrak dari biji
kenari di negara Inggris, yang juga dikenal sebagai kenari Persia. Secara fisik
berwarna terang dan membawa aroma dan rasa yang lembut. Minyak ini memiliki
daya tahan penyimpanan maksimal hanya 6 bulan, dan memiliki titik asap yang
cukup rendah dari 320 ° F. Minyak kenari dianggap paling berharga bila
digunakan dalam hidangan dingin seperti salad dressing. Minyak kenari memiliki
asam lemak esensial dan antioksidan. Kenari itu sendiri juga memberikan
sejumlah manfaat kesehatan, tetapi membutuhkan ukuran porsi yang lebih kecil
dari minyak kenari untuk memberikan manfaat yang sama seperti kenari. Misalnya,
satu porsi 35 gram minyak kenari memberikan manfaat gizi yang sama dengan 50
gram kenari. Jadi lebih efektif mengkonsumsi kenari dalam bentuk minyak bukan?
3. Minyak Wijen ( Sesame Oil )
Minyak wijen dikenal sebagai salah
satu bumbu pertama di dunia dalam bentuk minyak. Masakan panggang maupun
tumisan masak cepat dengan minyak biji wijen lebih disukai dalam masakan Asia Timur.
Ciri fisiknya adalah dengan warna cokelat keemasan mendalam dengan aroma dan
sensasi rasa gurih. Minyak wijen sebagai hasil pengolahan metode dingin lebih
banyak digunakan dalam budaya Barat, dan memiliki titik asap yang tinggi.
Minyak Wijen hasil pengolahan dengan cara/ metoda pemanasan ( titik asap 350 °
F ) memunculkan efek rasa gurih yang lebih kuat tetapi lebih aman untuk
penggorengan cepat. Ini banyak digunakan pada tumisan maupun masakan Oriental
seperti Seafood. Sedangkan Minyak Wijen hasil pengolahan metode dingin ( titik
asap 450 ° F ) tetap baik untuk penggorengan aduk tenggelam yang cukup lama
(deep frying) dan pemakaiannya lebih popular di budaya Barat. Cara terbaik
untuk menyimpan minyak wijen adalah di tempat yang sejuk atau kulkas.
4. Minyak Bunga Saf ( Safflower Oil )
Rasanya hambar, minyak sangat berwarna
dan memiliki kandungan nutrisi mirip dengan minyak bunga matahari. Minyak jenis
ini cocok untuk menggoreng kentang secara deep frying, tentu jika tidak ada
Minyak Herbal Kelapa. Karena memiliki titik asap yang cukup tinggi yaitu 420 °
F maka baik juga untuk memanggang dan menumis. Minyak ini sebagai sumber gizi
yang kaya dengan asam lemak oleat, dan dapat disimpan hingga enam bulan dalam
wadah gelap, kedap udara di dalam lemari es.
Menariknya, ada dua jenis minyak
safflower yang masing-masing digunakan untuk tujuan yang berbeda saat memasak.
Monounsaturated safflower oil dapat digunakan untuk hidangan. Polyunsaturated safflower
oil tidak boleh digunakan untuk panas tinggi tetapi lebih baik untuk salad,
dalam saus atau sayuran. Karena menyebabkan makanan kurang rasa atau terasa
hambar maka minyak safflower tepat digunakan untuk jenis masakan yang memang
tidak menonjolkan rasa yang kuat/tajam. Jika tetap ingin memunculkan rasa kuat
maka penggunaannya boleh dicampur dengan minyak sehat jenis lainnya.
5. Minyak Sawit Merah ( Red Palm Oil )
Mungkin Anda bingung mengapa minyak
dari buah sawit ini dimasukkan ke golongan minyak masak sehat tetapi nanti dulu…,
ini berbeda dengan minyak goreng sawit/ minyak sawit yang menjamur di pasaran.
Minyak sawit merah berasal dari pulp kemerahan dari initi buah kelapa sawit. Warna
merah dikenali berasal dari konten beta-karoten yang tinggi, yang ada di
sebagian besar buah dan sayuran, tetapi ditutupi oleh klorofil hijau pada
tanaman.
Minyak sawit merah memiliki bentuk kental seperti saus atau jus buah, da
nada aroma/ rasa buah yang sangat berbeda dari kebanyakan minyak goreng.
Memiliki titik asap yang cukup tinggi (425 ° F), yang membuatnya menjadi
pilihan yang bagus untuk memasak panas tinggi. Minyak sawit merah telah
digunakan selama berabad-abad di negara-negara Afrika, dan tetap menjadi
pilihan populer saat memasak hidangan Afrika.
6. Minyak Almond Manis ( Sweet Almond
Oil )
Minyak almond manis adalah minyak
hasil ekstraksi dari buah almond manis (Prunus amygdalus) dengan titik asap 420
° F. Minyak nabati ini yang kaya akan asam lemak omega 3 dan lemak tidak jenuh rantai
tunggal. Karena itulah, minyak almond manis tergolong sehat untuk dikonsumsi.
Minyak almond manis sering digunakan sebagai campuran salad dressing dan salah
satu jenis minyak pengganti minyak zaitun dalam masakan. Hal yang sangat
penting diperhatikan adalah jangan sampai mengonsumsi minyak almond yang belum
mengalami proses khusus sebagai minyak masak herbal, karena ini dikhawatirkan
masih terdapat beberapa jenis bakteri berbahaya bagi tubuh.
Demikianlah 11 jenis minyak masak sehat atau
minyak goreng rendah kolesterol bahkan sebagian tergolong minyak non kolesterol, semoga dapat memberikan tambahan wawasan yang berguna bagi
perawatan kesehatan tubuh Anda.





