Benarkah sel kanker sudah ada dalam setiap tubuh manusia sebagai bawaan sejak lahir?
Asal-usul
sel kanker, bagaimana sifat serta faktor pemicu kemunculan dan tumbuh kembang
sel kanker, cara pencegahan hingga pengobatannya, saat ini sedang ramai
diperbincangkan. Bahkan ada beberapa artikel yang tersebar di media sosial
mengatakan bahwa definisi kanker yang banyak dikenal saat ini adalah sebuah
pembodohan publik, hanya alat komoditas kapitalisme dunia medis modern. Untuk
menambah khasanah pengetahuan maka kali ini saya akan merangkum ulang dengan
bahasa saya sendiri yang bersumber dari pendapat dr. Yahya Wardoyo, Dr. Warburg
dan beberapa pakar kesehatan lain. Menuliskannya bukan berarti saya sependapat
100% tetapi lebih bertujuan sebagai tambahan referensi selagi dampaknya mengarah ke hal
kebaikan. Baiklah mari kita simak hingga kalimat terakhir.
Mengenal Lebih Dekat Asal-usul Sel Kanker
Sel
ini sebenarnya sudah ada dalam tubuh setiap insan yang cikal bakalnya merupakan
bawaan lahir, namun ia tidak serta merta aktif hingga adanya suatu keadaan yang
mendukungnya untuk bangun dan berkembang biak. Jika demikian maka tidak tepat
bahwa manusia menganggapnya sebagai musuh atau benda asing. Sebaliknya kita
hanya perlu mengendalikan agar dia tidak terbangun atau meniadakan faktor perangsang
yang dapat mengaktifkan dan menyuburkannya.
Sel
kanker akan aktif dan berkembang jika tubuh manusia sering dalam kondisi asam,
bisa karena stress berlebih atau adanya radang kronis pada bagian tubuh
tertentu yang terlalu lama tidak diatasi. Tingginya konsentrasi zat radikal
bebas, paparan polutan baik dari makanan maupun lingkungan sekitar yang
mempengaruhi perubahan metabolisme tubuh juga menjadi faktor penyebab utama.
Dalam artikel lain di blog ini pernah disebutkan bahwa Kanker bukanlah penyakit
melainkan kegagalan metabolisme sel sehat. [ Baca juga: CARA AMPUH TERAPI KANKER PAYUDARA ]
Cara Alami Mencegah dan Mengendalikan Sel Kanker
Mengatur Sirkulasi Oksigen dalam Tubuh
Berbeda
dengan sel normal/ sehat, sel kanker lebih banyak membutuhkan oksigen. Maka
sangat logis jika sebaiknya untuk orang yang kurang aktifitas fisik disarankan
rutin berolah raga seperti jogging atau minimal jalan cepat. Dalam seminggu
aktifitas aerobik ini sebaiknya dilakukan minimal lima kali dengan sekali
tempuh sejauh 3 km dalam waktu 30 hingga 40 menit. Aerobik merangsang denyut
nadi meningkat yang membuat oksigen dipompa deras ke seluruh tubuh secara
merata baik organ-organ penting, otot juga otak dan ginjal. Aktifitas tinggi
semacam ini membuat sel kanker tidak akan mendapat pasokan oksigen cukup
sehingga ia akan tertidur kembali.
Mengurangi Konsumsi Karbohidrat atau Zat Gula
Makanan
kegemaran sel kanker adalah zat gula dan semua jenis karbohidrat yang memiliki
indeks glikemik tinggi. Hanya dalam 10 menit setelah makan zat ini, jika dicek
laboratorium maka kadar gula darah kita langsung naik. Karbohidrat yang
dimaksud contohnya berasal dari singkong, mie, roti dan paling umum adalah nasi
putih dan gula pemanis.
Konsumsi gula putih sebaiknya dihindari apalagi jenis
pemanis buatan karena selain kadar glikemik tinggi juga mengandung zat aditif
dan kimia berbahaya. Nasi dari beras merah lebih disarankan dan kentang juga
rendah glikemik asal jika digoreng sebaiknya menggunakan minyak masak sehat/
rendah kolesterol. [ Baca juga: 11 Jenis Minyak Masak Sehat dan Manfaat GulaAren kristal ]
Menjaga Kecukupan Konsumsi Sayuran
Sel
kanker tidak bisa tumbuh subur di lingkungan yang kaya serat, vitamin dan mineral
maka cukupkanlah memakan sayur baik matang maupun mentah untuk lalapan. Jika
ingin dimasak dulu sebaiknya jangan terlalu lama/ panas belebih karena akan
merusak sebagian besar nutrisi pentingnya. [ Baca: SAYURAN ANTI KOLESTEROL DAN KANKER ]
Berbanyak Makan Buah-buahan Segar
Mayoritas
jenis buah-buahan mengandung antioksidan berkemampuan menetralkan radikal bebas
yang masuk ke dalam tubuh baik dari polusi maupun dari makanan yang kurang
sehat. Ini berarti bahwa banyak mengkonsumsi buah dapat menghambat pertumbuhan
atau aktivitas sel kanker. Sebaiknya makanlah buah sebelum makan utama jarak
sejam sebelumnya atau bisa pula di luar jadwal makan sebanyak minimal 2 porsi
dalam sehari. [ Baca juga: Buah-buahan Penambah darah ]
Lemak Sehat Menggantikan Posisi Karbohidrat
Sumber
energi utama sel kanker adalah karbohidrat tetapi dia tidak memiliki kemampuan
mengambil energi dari lemak. Padahal seperti yang banyak diajarkan dalam ilmu
gizi maupun pengetahuan tata boga bahwa lemak memiliki energi yang lebih tinggi
dari karbohidrat. Konsumsi lemak sehat dari hewan yang sehat, alpukat,
kacang-kacangan, minyak zaitun dan minyak kelapa murni atau VCO dapat membantu
kita memperoleh asupan energi yang lebih baik dan sebaiknya membatasi asupan
karbohidrat/ zat gula.
Ironisnya
sebagian besar manusia modern terutama di daerah tropis telah mengganti kebiasaan
nenek moyangnya yang makanan pokok dulunya bersumber dari lemak kini menjadi
karbohidrat. Ini menjadi masuk akal mengapa kasus penderita kanker dari tahun
ke tahun selalu meningkat. Menyadari fenomena ini maka saya sependapat dengan
semakin meningkatnya komunitas diet sehat yang menekan konsumsi karbohidrat
dalam pola makan keseharian. Melakukan diet semacam ini memiliki 2 keuntungan
utama yaitu lebih bertenaga, lebih sehat dan jauh dari menderita kanker. [ Baca
juga: Diet Keogenic untuk Awet Muda ]
Mencukupi Kebutuhan Protein dan Zat Penting Lain
Untuk
tetap menjaga terpenuhinya nutrisi untuk sel normal maka tetap cukupkanlah
konsumsi sumber protein, vitamin dan mineral. Bahan makanan yang belum
disebutkan seperti dari telur, ikan, tahu tempe dan daging dari hewan ternak
yang tidak diberi pakan sintetik, konsentrat ataupun suntik hormon pertumbuhan.
Hindari Faktor Penyebab Stress
Tubuh
dalam keadaan asam salah satu penyebab lainnya adalah karena stress, banyak yang
dipikirkan, penuh kecemasan. Maka jalani saja hidup sesuai kemampuan jangan
terlalu mengejar keinginan dengan ambisi yang membebani fisik dan fikiran. Pahami
dengan baik antara kebutuhan dan keinginan, serta banyaklah bersyukur.
Seringlah menghirup udara segar di alam terbuka yang bersih dan asri.
Selain
dengan upaya pola hidup dan pola makan di atas, memiliki sikap spiritualitas
tinggi juga akan sangat membantu mencegah kebangkitan sel kanker, banyak
bersedekah untuk membantu lingkungan dan orang lain yang dalam kesusahan dan
menjunjung budi pekerti yang luhur. Sikap positif tersebut membantu kondisi
tubuh menjadi netral, mengurangi kondisi tubuh asam karena berkurangnya hormon
pemicu stress tetapi sebaliknya justru memicu produksi hormon Endorfin yang
memberikan efek bahagia dan membuat sel kanker kembali tertidur nyenyak. Saya
berharap para pembaca yang baik hati akan membagikan info ini sebagai upaya
berbagi kebaikan untuk kebahagiaan bersama.
Klik untuk kunjungi ARTIKEL MENARIK LAINNYA.
Klik untuk kunjungi ARTIKEL MENARIK LAINNYA.


Comments
Post a Comment